Pertanyaan
|
1.
Apa yang dimaksud dengan kohesi dan koherensi
|
2.
Ciri-ciri teks kohesi dan koherensi
|
3.
Ada berapakah sudut pandang? Jelaskan!
|
4.
Bagaimana cara menggali suasana
|
5.
Apakah yang dimaksud dengan point of view (sudut
pandang)? Berikan contohnya!
|
6.
Bagaimana cara mudah menemukan ide pokok dalam teks
eksplanasi
|
7.
Apa yang dimaksud statemen umum?
|
8.
Contoh kata gabungan beserta maknanya
|
9.
Bagaimana cara untuk mengetahui struktur cerita pendek
|
10. Bagaimana cara mencari sudut pandang
|
11. Bagaimana cara mencari kalimat utama dalam
sebuah cerita yang benar
|
12. Hal apa yang harus diperhatikan sebelum
membuat teks eksplanasi
|
13. Bagaimana cara mencari ide pokok
|
14. Bagaimana maksud dari menggerakan tokoh
dalam menulis cerpen
|
15. Perbedaan dari intra kalimat kordinatif
dengan intra subordinatif adalah
|
16. Apa yang dimaksud refetisi
|
17. Bagaimana cara proses pembentukan kata
imbuhan dan kata dasar
|
18. apa perbedaan cerita pendek dengan teks
eksplanasi
|
Jawaban
| 1.
KOHESI
Ialah
keserasian hubungan antar unsur yang satu dengan unsur yang lain dalam wacana. Kohesi
mengacu pada aspek bentuk atau aspek formal bahasa, dan wacana itu terdiri dari
kalimat-kalimat.
KOHERENSI
Ialah
pengaturan secara rapi kenyataan dan gagasan,fakta, dan ide menjadi suatu
untaian yang logis sehingga mudah memahami pesan yang dihubungkan.
|
| 2.ciri-ciri tek kohesi:menggunakan satu gagasan utama,kata katanya padu Ciri-ciri koherensi:kalimatnya memiliki hubungan timbal balik,membahas 1 gagasan. |
| 3. ada 2 yaitu:Sudut
pandang pertama pelaku utama: menggunakan kata aku dan menceritakan
mengenai tokoh utamanya. pembaca seolah ikut menjadi tokoh utama. sudut pandang ketiga pelaku utama: tidak menggunakan kata aku, tapi menceritakan si tokoh utama hanya menggunakan kata ganti 'nama. 4.Cara menggali suasana adalah melukis latar kadang-kadang memerlukan detail yang agak apik dan kreatif. Penggambaran suasana yang bisa-bisa dan sudah dikenal umum tidak akan menarik lagi bagi pembaca. Jika hendak melukiskan keadaan kota dengan gedung-gedung yang tinggi kesemawarutan lalu lintas,dan keramaian kotanya,penggambaran itu tidaklah menarik. Karena penggambaran tersebut bukan merupakan hal yang baru. Akan tetapi, bila melukiskan keadaan kota dengan mengaitkannya pada suasana hati tokoh ceritanya penggambaran itu lebih menyentuh pembacanya. 5.sudut pandang adalah cara pengarang menempatkan dirinya terhadap cerita,dari sudut mana pengarang memandang ceritanya. -sudut pandang orang ke 3 menggunakan kata ganti Ia,Dia,Mereka. contoh kalimat sudut pandang orang ke 3: Pak Sony sedang mengendarai motor yang menuju ke Rumah Makan.Pada saat di perjalanan dia berhenti sejenak karena hujan. -sudut pandang orang pertama menggunakan kata ganti aku,saya. contoh kalimat: Pada saat bulan puasa saya ingin membeli jus jeruk di Ciamis. 6. Baca ceritanya dari awal sampai akhir. atau gak cari butir" pokok pada setiap paragraf, nanti hasil akhir bisa disimpulkan. 7.statemen umum merupakan satu pokok pembicaraan. 8.Rumah Sakit (tempat pelayanan jasa bagi orang yang sedang sakit). 9. kita harus paham terlebih dahulu strukturnya.Baca dengan teliti teks tersebut ,lalu kita tentukan strukturnya. 10. tentunya kita harus tau dan bisa membedakan sudut pandang,lalu tentukan mana yang termasuk ke sudut pandang orang pertama atau ketiga. 11.Langkah pertama baca dan amati, kemudian ketahuilah apa yang dimaksud dengan kalimat utama dan pahami, kemudian tentukan yang benar-benar sebagai kalimat. 12.menentukan tema berupa peristiwa alam,lalu bentuk menjadi stuktur sesuai dengan struktur teks eksplanasi,buat judul se baik mungkin. 13. baca dan amati teksnya, lalu cari ide pokok tiap paragraf,kemudian rangkai menjadi satu. 14.tokoh tokoh yang hadir senantiasa bergerak secara fisik hingga tertulis kehidupan yang sama dengan hekidupan sehari-hari. 15.intrakalimat koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki status sintaksis yang sama sedangkan intrakalimat subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki status sintaksis yang tidak sama. 16.Repetisi adalah perulangan bunyi, suku kata, kata atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai Keraf. 17.
Daftar
akhiran dalam bahasa Indonesia
Gabungan
awalan dan akhiran/konfiks
Bahasa
Indonesia terutama banyak menggunakan prefiks untuk menurunkan sebuah
kata. Dalam studi bahasa Semitik, sebuah prefiks disebut dengan
“preformatif”, karena prefiks dapat mengubah bentuk kata yang dibubuhinya.
Contoh prefiks dalam bahasa
Indonesia:
|